Sunday, February 1, 2015

Penyebab Jerawat di Muka



galizsa.blogspot.com

Dari sekia banyak orang dengan berbagai jenis kulit wajah, jenis kulit muka yang bagaimanakah yang mudah terkena penyakit jerawat ini? Apakah anda termasuk diantaranya?
Pembahasan mengenai jerawat sudah menjadi bahan bacaan bagi setiap individu terutama yang baru beranjak dewasa. Karena sebagian besar penderita penyakit ringan ini adalah anak baru gede. Maka perlu diketahui terlebih dahulu penyebab –penyebabnya. Baru temukan cara mengatasinya.
Acne (jerawat) adalah penyakit peradangan kelenjar sebasea yang sering dijumpai dan berkaitan dengan folikel rambut (fisebut unit pilosebasea). Terdapat dua jenis acne : meradang dan tidak meradang. Kedua jenis acne tersebut ditandai oleh pembentukan sebum yang berlebihan. Sebum yang berlebihan tersebut tertimbun di folikel sehingga folikel membengkak.
Pada acne yang meradang, folikel tersumbat oleh sebum dan bakteri yang berproliferasi di kanal yang disebut propionibacterium acnes. Akhirnya, folikel mengalami ruptur dan sebum serta bakteri keluar ke dermis dan menyebabkan peradangan jaringan dermis. Pada acne nonradang, folikel tidak pecah tetapi berdilatasi. Sebum mengalir ke permukaan kulit (blackhead, komedo terbuka) atau kanalis tetap tersumbat (whitehead, komedo tertutup).
Acne sering dijumpai pada remaja dan dewasa muda, dan berawal pada masa pubertas. Walaupun anak laki-laki dan perempuan dapat mengidapnya, acne biasanya lebih sering dan parah pada anak laki-laki. Orang dewasa, terutama wanita dapat menghalami acne rekuren.
Pembentukan sebum dirangsang oleh androgen, terutama testisterin. Peningkatan tajam androgen pada remaja putri dan remaja putra selama pubertas merupakan penyebab munculnya acne dengan tingkat keparahannya. Terdapat sedikit riset yang mendukung bahwa diset atau membersihkan wajah berkontribusi terhadap acne walaupun infeksi P. acne terhadap folikel yang tersumbat diperparah oleh gizi buruk.
Sebagian individu mungkin secara genetis rentan terhadap acne yang mungkin berkaitan dengan sensitivitas berlebihan kelenjar sebasea terhadap androgen atau berada di lingkungan yang mendukung proliferasi bakteri. KOntribusi lain terhadap tumbuhnya acne bisa sangat penting dan beragam pada setiap individu. Hormon yang protectif terhadap acne adalah estrogen, yang melawan aktifitas androgen pada kelenjar sebasea dan mengurangi pembentukan acne. Pada wanita dewasa, perkembangan acne dapat berhubungan dengan kondisi sistemik atau dapat terjadi karena kadar testosteron mulai meninggi relatif terhadap estrogen pada tahun perimenopause awal.