Sunday, February 1, 2015

Gejala Penyakit Jerawat



galizsa.blogspot.com

            Seorang artis mendatangi sebuah salon kecantikan dengan terburu-buru. Pasalnya, ketika bangun tidur di pagi hari tadi dia mendapati wajahnya dengan satu buah jerawat tepat berada di ujunghidungnya. Jerawt ini belum muncul, namun baru akan muncul. Artis tadi kaget dan langsung mengambil ponselnya, menghubungi salon kecantikan tempat ia berlangganan dan membooking tempat baginya untuk 15 menit kemudian agar ketika ia sampai di salon tersebut, ia tidak perlu mengantri menunggu giliran.
            Sang artis pun kemudian mendapatkan kursinya di salon itu dan langsung menceritakan penderitaannya soal jerawat itu tadi. Bertanya – tanya kenapa? Bagaimana? Dan seolah tidak perduli berapapun uang yang harus ia keluarkan asalkan jerawat itu tidak jadi muncul ke permukaan. Jika jerawat itu sudah muncul ke permukaan, permasalahannya akan melebar baik ke penampilannya di dean umum sebagai public figure, actingnya yang terpaksa harus diundur, dan lain sebagainya.
            Bagi anda yang bukan artis atau bagi yang baru enjadi calon artis, hal ini tidak akan membuat anda sepanik itu, apalagi bila anda mengetahui gejaa – gejala akan munculnya jerawat.
Acne rosasea adalah suatu kondisi kulit kemerahan (eritema) disertai papul dan pustul terutama pada dahi, hidung, pipi, dan dagu. Acne ini biasnaya terjadi selama masa dewasa, pertengahan baik pada pria maupun wanita. Meskipun penyebab spesifiknya tidak diketahui pasti, acne rosasea berhubungan dengan sensitivitas yang tinggi terhadap sinar matahari. Kondisi tersebut dapat timbul dan hilang terutama diperburuk oleh minuman panas dan beralkohol.
Acne rosasea dapat menyebabkan hipertrofi kelenjar sebasea, disertai penebalan hidung (rinofima) yang muncul permanen. Terdapat juga kecenderungan genetis pada populasi berkulit terang khususnya yang rentan, mengalami acne rosasea. Gejala yang terjadi adalah pada seorang individu dapat timbul bercmacam-macam lesi. Lesi dapat berupa komedo terbuka, komedo tertutup, nodus, pustul, kista dan jaringan parut. Lesi biasanya terdapat di wajah, punggung, dan bahu.
Pada wanita acne meningkat sebelum atau selama periode haid sewaktu kadar estrogen terendah. Pada acne rosasea, wajah dapat kembali merah terang, bahkan bila terpajan sedikit sinar matahari atau alkohol, dan papul serta pustul dapat timbul.
Komplikasi yang terjadi pada jaringan parut dapat terbentuk pada kasus yang prah. Rasa tidak percaya diri dapat terganggu meski kondisi tidak terlalu buruk. Pada acne rosasea, rinofima dapat muncul.