Thursday, February 5, 2015

Boleh ML saat pacaran ?




galizsa.blogspot.com

ada yang kenal siapa Toge Aprilianto ? gak kan. emang orang ini gak terkenal kayak Agnes Mo, makanya dia memutar otak liciknya bagaimana supaya cepat terkenal dengan menerbitkan sebuah buku yang haram jaddah untuk di baca semua penganut agam apapun di Indonesia. betapa tidak dalam bukunya si Toge ini menganjurkan atau mengatakan boleh saja ML ketika masih berpacaran. ajaran agama apapun di Indoensia sangat menentang pendapat ini. atau lebih tepatnya, si Toge ini yang menentang semua ajaran agama di Indonesia ini. hal ini jugalah yang membuat Komite III DPD RI mencak-mencak.  buku hasil karyanya telah membuat kontroversi dan mendapatkan kecaman dari netizen, Bahkan Komite III DPD RI yang membawahi perlindungan anak, Fahira Idris ingin bertemu dengan pengarang tersebut dan menanyakan apa tujuannya menulis buku itu.
Mengapa buku tersebut menjadi begitu kontroversial melebihi buku Fifty Shades of Grey yang dikarang oleh E. L. James yang memang sudah kontroversi dengan adegan panasnya. Buku yang berjudul Saatnya Aku Belajar Pacaran karangan Toge Aprilianto ternyata menganjurkan ML pada saat pacaran. Nah Lho!
Berikut adalah cuplikan dari buku tersebut:
Sebetulnya wajar kok kalo pacar ngajak kamu ML. wajar juga kalo kamu ngajak pacarmu ML. Hal itu kan alamiah-naluriah. Jadi, itu justru pertanda kalo kamu dan/atau pacarmu masih punya energi buat terlibat dalam proses reproduksi, yang memang sewajarnya dimiliki oleh tiap makhluk hidup. Hal itu jadi ga wajar kalo pihak yang diajak, ato bila pihak yang diajak nglakuin itu karena ngrasa kepaksa, apapun alasannya.
Jadi kalo pacarmu ngajak ML, kamu boleh aja nurutin maunya dia, kalo kamu sanggup. Artinya kamu mau nglakuin itu n kamu juga siap ngadepin akibat dari perilaku ML itu. Kalo kamu maun tapi masih ngadepin akibatnya, lebih baik ga kamu lakuin daripada kalopun dilakuin akhirnya jadi ga asik gara-gara pikiranmu n perasaanmu ga kompak. Demikian kalo kamu ngajak n pacarmu agak ragu bikin keputusan soal setuju nglakuin ato nolak ajakanmu. Jadi, daripada malah ga asik n kamu menilai pacarmu ga sungguh sayang kamu, mending stop aja. Minimal untuk saya itu. Laen kali bisa kamu coba lagi ajak dia ML, dengan harapan kesanggupannya uda lebih sip daripada sebelumnya.
Tentu saja anjuran tersebut membuat meradang Fahira Idris, karena tiap-tiap keluarga tentu menjaga anak-anaknya tidak terlibat dalam seks bebas. Sebagai Komite perlindungan anak, Fahira Idris wajib mempertanyakan maksud dari penulisan buku tersebut. Karena secara norma agama ataupun norma masyarakat anjuran tersebut tentu tidak dapat diterima.
Apa jadinya jika semua remaja yang membaca buku tersebut melakukan anjuran si penulis buku? Berapa banyak yang akan hamil di luar nikah? Dan bagaimana masa depan mereka? Hal ini tentu bukan sesuatu yang dibuat main-main, karena risikonya terlalu tinggi untuk masa depan anak bangsa.
Jadi bagi orang tua yang mempunyai anak remaja hati-hati dengan apa yang dibaca oleh anak-anak Anda. Jangan sampai sebuah buku dengan judul yang menarik dan sopan tetapi mempunyai isi yang lebih mengerikan dari Fifty Shades of Grey.
Karena adanya kontroversi dalam masyarakat, akhirnya sang pengarang meminta maaf lewat akun Facebook-nya dan bersedia untuk menarik buku tersebut dari peredaran.
cover buku sengaja tidak saya tampilkan karena saya tidak ingin megeksposnya disini. saya tidak mau membuatnya terkenal dengan di baca banyak orang.